Monday, 17 August 2015

SYARAT POKOK

DAN SYARAT PELANCAR PEMBANGUNAN MENURUT AT MOSHER
Arthur T Mosher (1965) menganalisis syarat-syarat pembangunan pertanian agar dapat dikembangkan dengan baik. Mosher mengelompokkan syarat-syarat pembangunan tersebut menjadi dua, yaitu syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. Dalam pembangunan pertanian sangat penting kedua-duanya ada, jika satu saja di antara syarat-syarat tersebut tidak ada, maka terhentilah pembangunan pertanian, pertanian bisa berjalan tetapi statis. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah :


1. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani
Pembangunan pertanian akan meningkatkan produksi hasil-hasil usaha tani. Hasil-hasil ini tentunya akan dipasarkan dan dijual dengan harga yang cukup tinggi untuk menutupi biaya-biaya dan tenaga yang telah dikeluarkan para petani sewaktu memproduksinya. Di dalam memasarkan hasil-hasil produk pertanian ini diperlukan adanya permintaan (demand) akan hasil-hasil pertanian tersebut, sistem pemasaran, dan kepercayaan para petani pada sistem pemasaran tersebut. 

Keadaan ini dapat tercapai dengan adanya daya beli dari target konsumen terhadap hasil pertanian, serta kebijakan perdagangan yang mendukung. Kebijakan perdagangan internasional dapat dibedakan di bidang ekspor impor, kedua hal ini mempengaruhi struktur, komposisi dan arah transaksi serta kelancaran usaha untuk peningkatan devisa negara.

2. Teknologi yang senantiasa berkembang
Teknologi pertanian adalah cara-cara bertani. Di dalamnya termasuk cara-cara bagaimana para petani menyebarkan benih, memelihara tanaman, dan memungut hasil serta memelihara ternak. Termasuk pula di dalamnya benih, pupuk, obat-obatan, alat-alat dan sumber-sumber tenaga. Pengembangan teknologi juga dapat mendukung diversifikasi pertanian sebagai suatu usaha yang komplek dan luas untuk meningkatkan perekonomian pertanian melalui penganekaragaman komoditas pada subsistem produksi, konsumsi dan distribusi pada tingkat usaha tani regional maupun nasional.

3. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal
Pembangunan pertanian memerlukan tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi di berbagai tempat dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan tiap petani yang mungkin mau menggunakannya. Dengan adanya akses yang mudah produksi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

4. Adanya perangsang produksi bagi petani
Faktor perangsang utama yang membuat petani bergairah untuk meningkatkan produksinya adalah yang bersifat ekonomis. Faktor tersebut antara lain adalah harga hasil produksi pertanian yang menguntungkan, pembagian hasil yang wajar, serta tersedianya barang-barang dan jasa yang ingin dibeli oleh para petani untuk keluarganya.

5. Tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu
Tanpa pengangkutan yang efisien dan murah, keempat syarat mutlak lainnya tidak dapat berjalan secara efektif, karena produksi pertanian harus tersebar luas. Oleh karena itu diperlukan suatu jaringan pengangkutan yang bercabang luas untuk membawa bahan-bahan perlengkapan produksi ke tiap usaha tani dan membawa hasil usaha tani ke konsumen di kota-kota besar dan kecil. Bagi hasil pertanian, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pasar, jalanan yang mulus, serta jaminan keamanaan produk pertanian selama proses distribusi sangat menentukan kesegaran dan kondisi produk pertanian.

Disamping ke lima syarat mutlak itu,  menurut Mosher ada lima syarat lagi yang meskipun tidak mutlak adanya, namun akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. syarat-syarat atau sarana pelancar tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pendidikan Pembangunan
Pendidikan pembangunan di sini dititik beratkan pada pendidikan non formal yaitu beruapa kursus-kursus, latihan-latihan, dan penyuluhan-penyuluhan. Pendidikan pembangunan ini dimaksudkan untuk meningkatkan produkivitas petani.

2. Kredit Produksi
Untuk meningkatkan produksi, petani harus lebih banyak mengeluarkan uang yang digunakan untuk membeli pupuk, bibit unggul, obat-obatan, dan alat-alat lainnya. Pengeluaran ini harus dibiayai oleh tabungan atau dengan meminjam. Oleh karena itu, lembaga-lembaga prekreditan yang memberikan kredit produksi kepada para petani merupakan suatu factor pelancar yang penting bagi pembangunan pertanian.

3. Kegiatan gotong royong petani
Kegiatan gotong royong biasanya digunakan secara berkelompok dan bersifat informal, hal ini didapatkan dari rasa kebersamaan dan rasa memiliki.

4. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian
Ada dua cara tambahan untuk mempercepat pembangunan pertanian yaitu  pertama, memperbaiki mutu tanah yang telah menjadi usaha tani, misalnya dengan pupuk, irigasi, dan pengaturan pola tanam.
Kedua, mengusahakan tanah baru, misalnya pembukaan petak-petak sawah baru.

5. Perencanaan nasional pembangunan pertanian
Perencanan pertanian adalah proses memutuskan apa yang hendak dilakukan Pemerintah mengenai tiap kebijaksanaan dan kegiatan yang mempengaruhi pembangunan pertanian selama jangka waktu tertentu.

Pembangunan pertanian dapat dilakukan dengan baik jika unsur-unsur yang ada pada pembangunan pertanian dilakukan. Menurut Mosher (1966) dalam Algamari Muhammad (2011), unsur pertama pembangunan pertanian adalah Proses Produksi, yaitu suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengubah output menjadi input dengan tujuan menambah nilai guna dari produk tersebut. Unsur kedua adalah Petani atau Pengusaha, sebagai manusia yang berusaha mengatur dan mengusahakan pertumbuhan tanaman dan hewan serta lingkungan agar dapat memenuhi kebutuhan manusia. Peran petani adalah sebagai penggarap dan manajer yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan sehingga pertumbuhan tersebut menjadi lebih sesuai dengan kemauan dan kebutuhan manusia, dan dengan demikian disebut pertanian. Unsur ketiga adalah usaha tani, yaitu pengolahan suatu tanaman atau membudidayakan tanaman yang memanfaatkan sumberdaya alam sebagai inputnya yang bertujuan untuk menghasilkan suatu hasil yang menguntungkan secara efektif dan efisien.


Menurut Algamari Muhammad (2011), terdapat lima tindakan yang diambil untuk mengisi pembangunan pertanian dan merubah usaha tani agar dapat menerapkan metode beru yang lebih efektif dan efisien, adalah:
1. Pemetaan dan pendaftaran (registration) hak milik atas lahan
2. Pemagaran lahan
3. Konsuldasi lahan yang terpencar-pencar
4. Redistrubusi lahan
5. Merubah system penyakapan
6. Perusahaan Usaha Tani


Perusahaan usaha tani adalah suatu lembaga atau kumpulan dari organisasi-organisasi yang menghasilkan produk-produk yang dapat dijual atau digunakan sendiri yang mana produk tersebut bersifat ekonomi. Petani dalam mengelola atau mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan tersebut menggunakan prinsip perusahaan. Artinya dia mempertimbangkan berbagai kombinasi input yang diberikan agar dapat  menghasilkan output sesuai dengan tujuan secara efisien dan efektif.

No comments:
Write komentar