Monday, 17 August 2015

Budidaya Pare

Pare adalah jenis buah atau sayuran yang memiliki manfaat sangat besar bagi tubuh kita. Jika Anda belum terbiasa menyantap jenis buah yang satu ini, pasti Anda tidak akan tahan dengan rasanya yang sangat pahit. Akan tetapi dengan pengolahan secara benar ditambah kondisi lidah yang telah mampu beradaptasi dengan rasanya, pare akan terasa cukup enak dengan rasa yang khas.
Jika di awal pembahasan kami katakan bahwa sayuran atau buah pare sangat bermanfaat bagi tubuh maka itu adalah benar. Beberapa manfaat yang dapat kita rasakan dari buah pare yaitu dapat meningkatkan nafsu makan, dapat membantu membersihkan darah kotor bagi wanita yang baru melahirkan, melancarkan pencernaan, dan dapat mengeluarkan cacing kremi.
Selain itu pare juga bermanfaat menyembuhkan beberapa macam penyakit, diantaranya yaitu menurunkan panas, meredakan batuk, menyembuhkan mencret (pada bayi), menyembuhkan penyakit kuning, dan menyembuhkan malaria.

Prospek Bisnis Budidaya Pare
Jika lingkungan dimana Anda tinggal sangat kondusif untuk bercocok tanam, maka tidak ada salahnya Anda mencoba mengembangkan budidaya tanaman pare. Ini karena bisnis budidaya pare memiliki prospek atau masa depan yang cukup cerah. Kita bisa mengamati kegiatan perdagangan pare di pasar untuk mengetahui seberapa besar omset yang bisa kita raup.
Berdasarkan sebuah pengamatan yang telah dilakukan mengenai kebutuhan pare di sebuah pasar, diketahui bahwa dalam satu hari pasar tersebut memerlukan pare sebanyak 5 ton untuk memenuhi kebutuhan para konsumen. Apalagi buah pare dapat kita panen dalam jeda waktu yang relatif singkat, yakni sekitar 1 minggu saja. Akan tetapi Anda semua perlu mempelajari teknik budidaya pare agar dapat mengembangkan usaha ini dengan baik. Sebagai salah satu referensi, berikut kami sediakan beberapa materi tentang cara budidaya pare.

Persiapan Lahan Budidaya Pare
Pohon pare memiliki daya adaptasi yang sangat tinggi dengan lingkungan sekitar, inilah yang menjadi keuntungan bagi kita yang ingin membudidayakan tanaman ini. Pohon pare yang bersifat merambat dapat hidup baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Lokasi yang paling ideal untuk membudidayakan pare yaitu di antara ketinggian 1 meter hingga 1500 meter dari permukaan laut.
Kemudian pengolahan tanah untuk ditanami pare dimulai dengan menggemburkan tanah dan membersihkan lahan dari berbagai tanaman liar. Proses ini sebaiknya dilakukan paling tidak sepuluh hari sebelum prosespenanaman pohon pare dilakukan. Penanaman pare dilakukan di atas guludan-guludan dengan lebar sekitar 200 cm dan jarak antar guludan selebar 75 cm dengan dalam 30 cm. Guludan yang kita siapkan sebaiknya mengarah atau membujur dari selatan ke utara untuk memaksimalkan penyinaran matahari sehingga proses fotosintesa berlangsung optimal.

Cara Penanaman Pare
Disini akan kami sampaikan teknik atau cara menanam bibit pare. Ada dua cara tanam yang bisa kita lakukan, tergantung di musim apa kita memulai proses penanaman. Jika penanaman dilakukan pada musim hujan maka sebaiknya kita menanam bibit yang berupa biji-biji benih pare. Akan tetapi kalau penanaman dilakukan pada musim kemarau, maka sebaiknya biji-biji benih tersebut disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam di atas lahan.

Proses penanaman diawali dengan membuat lubang-lubang tanam di atas guludan. Jarak tanam yang dianjurkan yakni sekitar 80 cm x 80 cm. Selanjutnya kita juga harus mempersiapkan media rambat tanaman yang berupa kayu pada setiap pohon. Ketika telah berbentuk kecambah dengan beberapa helai daun, kita bisa menambahkan pupuk secukupnya untuk meningkatkan kesuburan tanah. Sedangkan hama yang perlu diwaspadai yaitu hewan-hewan pemangsa tanaman, seperti tikus, burung, ulat, dan penyakit-penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, maupun kurangnya nutrisi.


Dari Berbagai sumber

1 comment:
Write komentar