
ENAM RUKUN TOBAT

Jejak Teori Insan Kamil Ibn Arabi di Nusantara
Secara umum, tasawuf tidak bisa lepas dari tokoh yang bernama Ibn
Arabi. Karena beliaulah tokoh yang berpengaruh di dalam dunia tasawuf.
Bahkan Muthahari dalam bukunya "Insan Kamil" tidak canggung-canggung
menyebut Muhyiddin Arabi al Andalusi Tha'i sebagai sufi kawakan dan
sekaligus bapak sufisme, tak terkecuali ketika kita berbicara tasawuf
di nusantara rasanya aroma Ibn Arabi tercium dimana-mana. Hal ini tidak
mengherankan karena sebagaimana pengakuan Prof. Abdul Hadi WM., sejak
abad ke-17 karya-karya penting sufi terkemuka menyebar di pusat-pusat
studi keagamaan tanah air, seperti pesantren dan sudah akrab di
kalangan para ulama, khususnya yang konsen tehadap kajian tasawuf dan
tarekat: Dalam hal ini Prof. Abdul Hadi WM. menulis: Jejak-Jejak Insan Kami
Agama
Islam diakui sebagai agama yang istimewa. Ia dideklarasikan sebagai
agama paripurna yang mereduksi dua agama langit sebelumnya. Ia unggul
dan tidak ada yang menggunguli. Ia tidak dibatasi oleh waktu, tempat,
atau jenis masyarakat. Agama langit yagn diturunkan dari Allah Swt. ini
berciri khas lurus, besar, agung, sempurna, abadi, dan universal. Allah
Swt. berfirman yang artinya:Obral Pahala tapi Bukan Cuci Gudang
Langganan:
Entri (Atom)













































