Wednesday, 22 March 2017

BUDIDAYA BELUT DALAM DRUM

Indonesia kaya akan kekayaan alam flora dan fauna. Sebagian besar masyarakat adalah petani dan peternak. Jika kita berbicara tentang peternakan, banyak ragam peternakan yang ada misalnya peternakan sapi, kambing, dan ikan. Banyak orang memilih membudidayakan ikan karena lebih muda. Ada juga sebagian besar orang yang senang membudidayakan belut. Belut bisa diolah menjadi aneka hidangan yang banyak digemari. Tidaklah mengherankan jika permintaan pasar akan belut selalu meningkat dari tahun ke tahun. Permintaan bahkan belum sesuai dengan ketersediaan belut dari beberapa peternakan.

Apa yang bisa anda dapatkan dari informasi diatas? Peluang anda untuk mengembangkan belut masih terbuka dan tentu lebih menguntungkan karena saingan anda hanya sedikit. Banyak orang kemudian mencari tahu cara budidaya belut dalam drum. Mungkin sebagian dari kita tidak mengetahui bahwa banyak orang kini mempunyai cara ternak belut yang sangat unik yaitu degan menggunakan drum. Sebenarnya cara budidaya ini sudah dilakukan dalam waktu yang lama dan hasilnya juga sangat menggembirakan. Anda pasti banyak yang penasaran untuk mengetahui bagaimana teknik budidaya belut dengan menggunakan drum. Dalam artikel ini, anda akan bisa melihat dan belajar beberapa teknik mengembangkan belut dengan drum.

Beternak Belut di Tong
Teknik beternak belut di tong ini banyak dipilih karena sangat menguntungkan. Anda bisa menghemat uang anda karena anda bisa menemukan tong dengan mudah dan harganya relative lebih murah dibandingkan jika kita membuat kolam semen untuk beternak belut. Cara beternak belut ini tidak terlalu sulit baik anda yang menggunakan drum maupun anda yang menggunakan kolam. Anda hanya harus membaca beberapa tips berikut agar anda semakin bisa mengelola peternakan belut anda dengan baik. Sebenarnya teknik yang digunakan antara memelihara belut di drum dan di kolam adalah salam. Yang berbeda adalah tempatnya saja. Anda harus mengetahui bahwa belut akan mudah untuk berkembang jika tempatnya cocok. Oleh karena itu tempat untuk mengembangkan belut haruslah menjadi prioritas yang pertama dan utama. Ada banyak jenis tong yang bisa kita temukan dan media yang digunakan haruslah yang baik seperti lumpur kering, pupuk TSP, jerami padi, kompos, dan mikroorganisme. Lalu bagaimana cara mengatur kolam drum anda tersebut?

Cara Atur Media dalam Kolam Drum
Ada banyak ragam jenis belut salah satu yang paling digemari oleh banyak orang adalah belut parung. Belut ini mendapatkan permintaan yang jumlahnya sangat besar dari pasaran. Oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak orang kemudian mencoba mengembangkan belut ini dibandingkan jenis belut yang lain. Bagaimana cara memelihara dan mengatur drum untuk tempat tinggal dan berkembang biak belut tersebut. Berikut ini adalah beberapa tipsnya:
  1. Pertama, anda harus melapisi bagian bawah kolam dengan jerami setebal 50cm saja.
  2. Kedua, setelah jerami anda sebaiknya menyiramkan 1 liter mikroorganisme stater
  3. Ketiga, anda bisa melanjutkan dengan kompos setinggi 5 cm.
  4. Keempat, bagian paling atas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang bisa dicampur dengan pupuk TSP kurang lebih 5 kg.


Pakan Belut dalam Drum
Kita akan berhasil dalam mengembangkan belut ini jika dari awal proses pembenihan sampai dengan proses pembesaran, belut ini banyak yang hidup. Anda harus tahu apa yang membuat belut mati mendadak. Pakan juga harus diperhatikan. Jika pakan tersedia dalam jumlah cukup maka belut tidak akan memakan satu sama lain. Pakan untuk belut yang baik adalah ikan segar seperti ikan cetol, ikan impun, cacing tanah, bekicot, bibit ikan mas dan belatung. Anda sebaiknya memberi makan minimal sehari satu kali pada sore hari. Anda juga bisa menambah nafsu makan belut dengan menambahkan temulawak dan air. Masukkan ramuan tersebut di kolam pembesaran atau di tempat persembunyian belut. Banyak pelet ikan yang dijual dan dapat digunakan untuk memacu pertumbuhan dai belut-belut tersebut. Anda bisa menggunakan pelet sebagai makanan selingan agar belut tidak bosan dengan makanan itu-itu saja. Pelet diberikan 3 kali seminggu dan dosisnya harus diatur. Anda bisa langsung menaburkan di area drum. Perbandingan antara pelet dan bibit adalah 5%. Jadi jika anda punya bibit ikan 40kg maka pelet yang anda gunakan adalah 2 kg saja. 
Anda harus tahu bagaimana mengembangkan benih belut secara baik dan benar.


 SALAM...........

No comments:
Write komentar