Monday, 17 August 2015

Budidaya seledri

Seledri adalah salah satu jenis tanaman yang cukup populer di Indonesia. Daun seledri biasa digunakan sebagai bumbu masakan atau hiasan (garnish) pada hidangan makanan seperti sop atau tumisan. Seledri dapat ditemukan dengan mudah di pasar-pasar tradisional. Meskipun permintaan akan seledri tidak setinggi permintaan akan bumbu lain seperti cabai atau bawang, seledri tetap memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang yang mulai belajar mengenai cara budidaya tanaman seledri ini.


Membudidayakan seledri sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan asal anda mengetahui dengan baik mengenai tanaman ini. Tanaman seledri atau yang dalam bahasa latin dikenal sebagai Apium graveolens L., adalah merupakan tanaman yang bisa tumbuh subur di daerah dataran tinggi. Hal ini merupakan hal dasar yang harus anda ketahui mengenai teknik budidaya tanaman seledri.

Persiapan Lahan
Hal penting lain yang harus anda ketahui mengenai cara tanam seledri adalah persiapan lahan. Selain harus ditanam pada lahan yang berada di dataran tinggi, anda juga harus memastikan bahwa lahan yang akan anda gunakan adalah lahan yang gembur dengan tingkat keasaman 5,5 sampai 6,8. Jika tanah yang akan dijadikan lahan untuk bercocok tanam seledri kurang gembur, maka anda harus membajak dan memberi pupuk kandang pada lahan tersebut.
Komposisi pupuk kandang yang dianjurkan adalah 15 ton/ha. Anda juga harus membuat bedengan yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran lahan. Selanjutnya lahan disiram air dan dibiarkan selama beberapa hari sampai reaksi yang terjadi di dalam tanah menjadi stabil.

Persemaian
Hal yang berikutnya harus anda lakukan adalah persemaian atau mempersiapkan bibit dengan cara mengembangbiakan biji seledri di polybag. Anda juga bisa membeli bibit seledri yang siap tanam jika anda tidak memiliki waktu untuk melakukan persemaian. Apabila lahan dan bibit seledri telah siap, anda dapat mulai melakukan penanaman dengan cara memindahkan bibit seledri ke bedengan yang terdapat pada lahan.

Penanaman
Hal utama yang harus diperhatikan ketika memindahkan bibit seledri ke bedengan adalah jarak antara pohon seledri yang satu dengan yang lain. Jarak tanam dapat bervariasi sesuai dengan varietas seledri yang dibudidayakan namun umumnya jarak yang digunakan adalah 40 x 40 cm. jika perlu, anda bisa meletakkan dua sampai tiga tanaman pada satu lubang yang sama. Jangan lupa untuk membuat parit di sekeliling bedeng yang digunakan untuk pengairan.

Perawatan
Selain cara menanam yang baik dan benar, kualitas tanaman seledri anda akan ditentukan dari cara perawatan. Secara garis besar, perawatan seledri dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu pemupukan dan pencegahan hama. Pada tiap satu musim tanam, anda dapat melakukan dua hingga tiga kali pemupukan, tergantung dari varietas seledri yang anda budidayakan.

Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, anda juga perlu memperhatikan kualitas pengairan terutama pada saat musim kemarau. Pada musim kemarau dianjurkan untuk melakukan penyiraman minimal satu kali setiap 10 hari. Anda juga harus melakukan penyiangan minimal sekali setiap 15 hari.

Pemupukan
Pemupukan tahap pertama biasanya dilakukan pada saat tanaman berumur 10 hingga 15 hari dengan komposisi pupuk ZA, Urea dan KCl masing-masing 100, 50 dan 100 kg/ha. Pemupukan tahap kedua dilakukan pada saat tanaman berumur lebih dari 30 hari dengan komposisi pupuk ZA dan Urea masing-masing 100 dan 50 kg/ha. Pemupukan tahap terakhir dilakukan saat tanaman berusia lebih dari 45 hari dan hanya menggunakan pupuk ZA sebanyak 100 kg/ha.

Anda juga harus menjaga tanaman seledri anda dari berbagai jenis hama dan penyakit dengan menggunakan berbagai jenis obat pengendali hama. Apabila tanaman telah berusia 45 sampai 60 hari, anda bisa memanennya dengan cara mencabut tanaman hingga ke akarnya dan mencuci tanaman hingga bersih.


No comments:
Write komentar