Tuesday, 19 May 2015

Meraih Pahala di Musim Hujan


Hujan adalah rahmat dari Allah Swt. “Dan Dialah (Allah) yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya, dan Dialah yang Maha pelindung lagi Maha Terpuji” (QS Asy-Syura: 28). Hujan juga merupakan keberkahan dari Allah yang diturunkan untuk semua makhluknya di bumi. “Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam” (QS Qaf: 9).

Islam melarang umatnya mencela hujan sebagaimana larangan mencela waktu dan angin. “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS Qaf: 18). Rasulullah Saw. bersabda, “Allah Swt. berfirman, ‘Manusia menyakitiku (karena) dia mencaci masa (waktu), padahal Aku adalah Pemilik dan Pengatur masa. Akulah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti” (HR Bukhari dan Muslim). Rasulullah Saw. juga bersabda, “Janganlah kalian mencaci angin” (HR Tirmidzi). Berdasarkan hadits inilah, maka mencaci ciptaan Allah seperti angin (udara), panas, hujan, dan yang lainnya hukumnya haram.
Hujan adalah berkah, karena hujan akan menumbuhkan tanaman-tanaman yang dibutuhkan manusia dan makhluk Allah yang lainnya. Rasulullah Saw. mengajarkan doa-doa ketika hujan turun. Doa ketika langit diselimuti mendung, “Allaahumma inni a’uuzhubika min syarri maa fiihi. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang terkandung di dalam awan ini” (HR Bukhari). Doa ketika turun hujan, “Allaahummaa shoyiban naafi’an. Ya Allah turunkan pada kami hujan yang memberi manfaat” (HR Bukhari). Doa ketika hujan sangat lebat, “Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allaahumma ‘alal akaami wal jibaali, wazhzhiroobi wa buthuunil audiyati wa manaabitisy syajari. Ya Allah, turunkan hujan di sekitar kami, namun jangan untuk menghancurkan dan merusak kami. Ya Allah, turunkan hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan” (HR Bukhari). Doa setelah hujan reda,“Muthirnaa bifadhlillaahi wa rahmatihi. Kita diberi hujan karena karunia Allah dan rahmat-Nya” (HR Bukhari dan Muslim). Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa bersyukur atas segala yang diberikan Allah Swt.Wallahu a’lam bishshawab.

No comments:
Write komentar