Tuesday, 19 May 2015

Tiga Macam Hati Manusia


Di dalam Al-Qur`an surat Al-Hajj ayat 52–54, Allah Swt. menjelaskan tentang tiga jenis hati manusia, yaitu (1) qalbun salim (hati yang selamat), (2) qalbun mayyit (hati yang mati), dan (3) qalbun maridh (hati yang sakit).
Pertama, orang-orang yang memiliki qalbun salim akan diselamatkan oleh Allah Swt. pada hari kiamat, sebagaimana firman-Nya: “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”.
(QS Asy-Syu’ara: 88–89). Ibnul Qayyim berpendapat bahwa qalbun salim adalah hati yang selamat dari seluruh syahwat yang bertentangan dengan perintah dan larangan Allah Swt., termasuk selamat dari seluruh syubuhat (keragu-raguan). Orang yang memiliki qalbun salim terhindar dari peribadatan kepada selain Allah Swt., tidak berhukum kepada hukum thaghut (para penentang Allah Swt.), takut dan berharap hanya kepada Allah, bertawakal kepada-Nya, selalu mendahulukan keridhaan-Nya, dan selalu menjauhkan dari hal-hal yang membuat kemurkaan Allah.
Kedua, mereka yang memiliki qalbun mayyit (hati yang mati) tidak mengenal Rabbnya (Penciptanya), yaitu Allah Swt., tidak menaati-Nya, akan tetapi bersikap selalu mengikuti hawa nafsunya. Orang-orang seperti itu menghambakan diri kepada jabatan, pangkat, harta, kedudukan dan sangat mencintai dunia. Kondisi mereka digambarkan oleh Allah Swt. dalam QS Al-Jatsiyah: 23, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya [1384] dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”.
Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki qalbun mayyit telah menutup hati mereka dari hidayah Allah, sehingga tidak ada lagi kebaikan yang diharapkan dari mereka. Hal itu disebabkan karena mereka kafir dan menentang kebenaran yang datang dari Allah Swt. dan Rasul-Nya.
Ketiga, orang-orang yang memiliki qalbun maridh (hati yang sakit) digambarkan oleh Ibnul Qayyim sebagai orang yang memiliki pendirian labil. Di satu sisi hatinya ada keimanan, sehingga mereka berharap dan takut kepada Allah Swt. Namun, di sisi lain ada penyakit hasad, sombong, cinta dunia dan lain-lain yang dapat melupakan dirinya dari beribadah kepada Allah Swt. Orang-orang seperti ini, harus berusaha keras menjaga hatinya agar senantiasa dekat dengan Allah dan membentenginya dari berbagai penyakit hati. Peperangan antara kebaikan dan kebatilan selalu terjadi di dalam hati. Yang dominan dan kuat akan menguasai hati, dan akan tampak pada ucapan dan perilakunya. Semoga kita dapat menjaga hati dan memohon kepada Allah Swt. agar diberikan hati yang selamat. Wallahu a’lam bish shawab.

No comments:
Write komentar