Thursday, 26 June 2014

Berfilsafat itu Mudah

Ketika Anda berfikir secara Filsafat,  maka Anda mencoba mencari sebab yang sedalam-dalamnya dari segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Selama pemikiran manusia bisa menjangkaunya,  walau tidak bisa diverifikasi secara empirik, maka ia menjadi objek kajian Filsafat.

Berfikir dengan jalan Filsafat hakikatnya mudah, karena kita hanya harus bertanya dan bertanya terus secara mendasar hingga ke akar.  Mengapa begini? Mengapa begitu? Dilandasi sikap kritis, tidak mudah puas dan percaya, Anda harus terus bertanya,  dan terkadang pertanyaan itu seperti lingkaran: ketika mencoba menemukan jawaban yang paling dasar hingga ke akar, kita kembali justeru ke titik awal pertanyaan kita.
Berfilsafat itu mudah, Anda hanya harus bertanya. Mempertanyakan segala sesuatu, tentang sesuatu. Begitulah sifat keingintahuan Anda semasa kecil dulu.
“Bu apa ini?”
“Ini telur, Nak,” jawab Ibu.
“Telur apa, Bu?” tanya Anda selagi kecil dulu.
“Ini telur ayam,” jawab Ibu.
“Darimana telur ayam ini, Bu?” dengan penuh keingintahuan Anda  terus bertanya.
Ibu yang sedang sibuk memasak mendadak marah. “Sudah jangan tanya-tanya, pergi main sana, nanti makan siangmu ndak kelar-kelar nih!”
Sejak itulah  Filsafat menjadi sulit bagi Anda. Karena ketika Anda bertanya , bukannya dipuji, malah dimarahi.
Tapi ini hanya sekedar ilustrasi, semoga Ibu Anda tidak seperti itu 
*
Jadi, untuk berfilsafat itu mudah: Anda hanya perlu bertanya dan menemukan jawabannya secara mendasar.
Sejak awal blog ini pun saya sudah mengajak Anda berfilsafat: bertanya dan bertanya tenang segala sesuatu yang muncul dalam bahasan kita.
Apakah Pengetahuan? Darimana kita mendapatkan pengetahuan? Apakah tandanya orang yang sudah berpengetahuan? Apakah kebenaran? Apa pula keliru? Apa sih kepercayaan? Keyakinan? Kepastian? .. dst …
Hakikatnya, kita sudah berfilsafat.
Mudah, bukan?
*
OLEH.  Dani Vardiansyah
 http://filsafatilmukomunikasi.blog.esaunggul.ac.id/2012/10/27/9-berfilsafat-itu-mudah/

No comments:
Write komentar