Thursday, 2 February 2012

WASPADALAH TERHADAP SYETAN

“Jikalah kamu sudah tahu bahwa setan itu tidak pernah lupa kepadamu, maka janganlah kamu lupa kepada Allah, yang nasibmu ada didalam kekuasan-Nya”



Setan adalah musuh manusia semenjak Adam dan Hawa berada di dalam surga. Ingkarnya setannya yang dulunya berstatus Malaikat, ia menentang Allah SWT karena tidak tunduk dan sujud kepada Adam as. Perintah Tuhan kepadanya diabaikan. Setan mulai menggoda Nabi Adam as., bersama istrinya, Hawa. Keduanya terjebak, lalu masuk perangkap setan, memakan buah larangan yang sebelumnya telah diperingatkan oleh Allah SWT.
Adam dan Hawa tak mampu menolak godaan setan. Maka terjadilah apa yang dikehendaki setan. Itulah permulaan manusia jatuh dalam pelukan setan.

Ketika telah turun ke dunia, setan memanfaatkan kepandaiannya menggoda anak-anak Adam. Ia berani bersumpah dihadapan Allah SWT akan terus menggoda anak cucu Adam sampai hari kiamat. Allah berfirman, “Hanya hamba-hamba-Ku yang lemah saja yang mampu engkau pengaruhi.”


Iblis pun mendapat kemurkaan Allah SWT maka ia pun terusir dari surga masuk ke dunia dengan kesombongannnya. Iblis berkata, “Aku akan menggoda manusia, dengan mendatangi mereka, dari muka, dari belakang, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan menemukan akan menemukan mereka sebagai orang yang bersyukur.” (QS. Al-A’raf: 17)

Dengan demikian, sejak dahulu kala setan telah menjadi musuh manusia yang sangat tajam godaannya. Setan mendatangi manusia dengan merupakan diri seperti perasaan dan hawa nafsu yang tumbuh dari dalam diri manusia sendiri. Setan mengintip kesempatan-kesempatan di saat nafsu jelek manusia itu tumbuh. Di saat nafu manusia nampak bergejolak, setan masuk dengan siasat liciknya untuk memperlancar kehendak nafsu jelek manusia. Setan masuk ke dalam diri manusia melalui penjuru-penjuru yang sangat rawan. Ia mulai mengeluarkan jurus-jurusnya ketika manusia mulai lengah. Pada saat itu lah ia menghempas lawannya kelembah yang mereka senangi.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu. Sesungguhnya setan itu mengajak orang yang segolongan dengannya, agar bersama-sama menjadi penghuni neraka sa’ir” (QS. Fatir: 6)

Manusia yang lemah berhadapan dengan godaan setan, jangan lemah pula memohon perlindungan Allah SWT. Lemah memohon pertolongan Allah, seperti tidak tekun beribadah, terlalu mencintai dunia, malas beramal, kurang memperhatiokan kesucian jiwa dan keberhasilan hati, adalah kelemahan yang mudah bagi setan mencari peluang memasuki dirinya. Oleh karena itu, satu-satunya perisai adalah memperkokoh benteng iman dalam jiwa. Jangan memberi peluang sedikit pun untuk setan., karena setan pandai mempergunakan peluang. Salat, zikir, puasa, membaca Al-Qur’an, memelihara pergaulan, menuntut ilmu, bersedekah, mempergiat olah raga, dan banyak lagi yang lain, adalah senjata yang paling ampuh menghadapi serangan setan. Setan tidak mampu berhadapan dengan dengan serangan keimanan tersebut. Allah SWT mengingatkan dalam surat An-Nahl ayat 99, “Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya, atas orang-orang yang beriman, dan mereka bertawakal kepada Allah.”

Mereka yang bersungguh-sungguh menepati ibadahnya dengan cara yang benar, tabah dan tawakal, serta selalu menghiasi hati sanubarinya dengan iman dan terus-menerus zikir, Allah SWT menjamin baginya selamat dari godaan setan.

Abu Hazm bertanya, “Siapakah setan itu? mengapa ia ditakuti? Demi Allah, setan itu memang sudah pernah diikuti, akan tetapi mengikutinya sama sekali tidak berguna, dan setan tidak mampu memberi apapun.” Tidak ada makhluk yang lebih rendah dari setan, demikian dikatakan oleh Abu SULAIMAN Ad Darany. Andaikata kamu tidak memohon perlindungan Allah, maka kamu selalu melihat setan di depanmu. Karena lindungan Allah itulah, aku tidak merasa gentar berhadapan dengan setan.

Menurut akidah Islam, setan itu termasuk arang gaib. Ia ada seperti yang disaksikan oleh Al-Qur’an. Ia tidak mampu merusak manusia, atau membunuh manusia secara fisik. Setan hanya mampu menggoda manusia yang lemah imannya. Kalaupun ia merusak atau membunuh, adalah melalui perbuatan dan perilaku manusia sendiri.

Berkata Al-Mirsy : Setan memang dapat melihat manusia dari arah yang manusia tidak dapat melihatnya. Sedangkan Allah dapat melihat makhluk-Nya, dari arah yang mereka tidak dapat melihat Allah. Hendaklah kalian selalu berlindung kepada Allah dari gangguan setan. Ketahuilah bahwa Allah itu bersifat Pemurah. Apabila manusia sudah tergoda oleh tipu daya setan, Allah SWT tetap menerima tobat dan istighfar hamba-hamba-Nya.”

Yang menciptakan Iblis adalah Allah, akan tetapi bukan untuk menenggelamkan manusia ke lembah kehinaan. Sebab bersamaan dengan itu Allah telah meletakkan benteng iman ke dalam hati manusia. Syekh Ahmad Athaillah menjelaskan hal ini :

“Dijadikan setan itu sebagai musuhmu, agar kamu menjadi bosan kepada setan itu, dan segera berlindung kepada-Nya. Allah tetap menggerakkan nafsumu, agar kamu tetap mendapat kepada-Nya.”

Ungkapan ini meminta perhatian manusia tentang dirinya. Setan memang selalu ada, dan terus berkeinginan menyesatkan anak ADAM. Allah SWT yang Maha Mengetahui hal ini telah meminta perhatian manusia agar tidak lalai. Kembalilah kepada Allah secepatnya, dan secara tertib mendatangi Allah dalam wujud ibadah rutin.

Seperti sudah dijelaskan sebelum ini bahwa setan hanya berbuat dalam batas menggoda dan menipu manusia, tidak lebih dari itu. Ia tidak merusak apalagi membunuh. Allah SWT berfirman dalam surat An-Naml ayat 99, “Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya, atas orang-orang yang beriman, dan mereka bertawakal kepada Allah.” Dalam Surat An-Naml ayat 100, “Sesungguhnya kekuatan setan hanyalah kepada orang yang mengambilnya sebagai pemimpin dan suka menyekutukan Allah.”

NABI Muhammad SAW mengajarkan kita bincang-bincang untuk terlindung dari godaan setan: Rabbi a’udzu bika min hamazatisy syaytin fga innahu yahzurun (Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari rong-rongan setan, karena sesungguhnya ia menyesatkan), atau selalu membaca “Ta’awudz” diikuti dengan membaca Mu’awwizatin (Al-Falaq DAN An-Nas)

die *Mutu Manikam dari Kitab Al-Hikam*

No comments:
Write komentar