Tuesday, 17 July 2012

TEKNIK KOSERVASI TANAH DAN AIR SECARA BIOLOGI

PENDAHULUAN
Lahan kering adalah tanah yang dapat digunakan untuk usaha pertanian dengan menggunakan air sexcara terbatas dan biasanya hanya mengharapkan dari adanya hujan.
Dikawasan lahan kering, erosi merupakan masalah yang harus diperhatikan. Erosi dapat mempercepat rusaknya sifat fisik dan kimia tanah. Akibatnya tanah menjadi tandus dan kritis. Secara ekoniomis dampak ini ditunjukkan dengan menurunnya produktifitas lahan dan ketersediaan air.
Karena itu pengembangan wilayah pertanian/perkebunan di lahan kering harus mengarah kepada kelestarian agro-ekosistim. Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian harus berorientasi kepada produktifitas, stabilitas, berkelanjutan dan kemerataan pendapatan petani.
Salah satu usaha untuk meningkatkan produktifitas lahan kering adalah dengan memperhatikan aspek konservasi tanah dan air. Usaha yang dapat dilakukan antara lain dengan cara biologis.

DASAR PENDEKATAN KONSERVASI TANAH DAN AIR

-          Mempertahankan dan menjaga keadaan tanah agar tahan terhadap erosi.
-          Melindungi tanah dari curahan air hujan dengan tanaman atau sisa-sisa tanaman
-          Memperlambat aliran air limpasan permukaan tanah sehingga tidak merusak lahan.

USAHA KONSERVASI TANAH DAN AIR SECARA BIOLOGIS

Usaha konservasi tanah dan air secara biologis adalah pengaturan penanaman vegetasi dan penggunaan sisa tanaman sebagai mulsa. Jenis tanaman yang dipakai bermanfaat untuk manusia dan hewan serta sifat pertumbuhan efektif mencegah erosi.
  1. Penanaman tanaman penutup tanah
Tujuan: melindungi tanah dari curahan butir-butir hujan, menambah bahan organik tanah, memperbesar kemampuan tanah dalam menyerap dan menahan air hujan yang jatuh.
Jenis tanamannya adalah arachis pntoi dan dari jenis kacang-kacangan.
  1. Penanaman pakan rumput ternak
Jenis-jenis rumput yang dapat ditanam adalah setaria, rumput gajah dan rumput bufel. Dapat ditanam sebagai gulus teras atau diantara tanaman pokok.

  1. Penanaman dalam jalur
Olah tanah secara garis kontur, setiap lajur ditanami dengan satu jenis tanaman, lajur-lajur dibuat memotong lereng atau searah garis kontur, tanaman pangan atau tanaman semusim ditanam secara berselingan dengan tanaman pupuk hijau atau tanaman penutup tanah secara rapat, usahakan menanam dengan pergiliran tanaman dan penggunaan sisa-sisa tanaman.
  1. Pergiliran tanaman
Mengusahakan/menanam berbagai jenis tanaman secara bergilir dalam urutan waktu tertentu pada sebidang lahan, misalnya pergiliran antara tanaman pangan dengan tanaman penutup tanah atau pupuk hijau.
Tujuan:
-          mencegah erosi
-          mencegah hama dan penyakit tanaman melalui pemutusan siklus hidup hama.
-          Memberantas tumbuhan pengganggu
-          Mempertahankan sifat fisik dan kimia tanah dengan cara mengembalikan sisa-sisa tanaman kedalam tanah.
  1. Pengunaan sisa-sisa tanaman
Dapat dilakukan dengan:
-          Membenamkan kembali sisa-sisa tanaman kedalam tanah yang memberikan keuntungan:
-          Mempertinggi kemampuan tanah menyerap air
-          Memelihara keseimbangan unsur hara tanah
-          Mempertahankan kelembaban tanah dengan memperkecil penguapan air tanah
-          Mengurangi kerusakan tanah dari curahan butir-butir air hujan.
-          Untuk lahan-lahan miring, penggunaan sisa tanaman lebih baik dilakukan dalam bentuk mulsa.
  1. Penanaman tanaman penguat teras.
-          Jenis tanamannya dapat berupa pohon-pohonan atau rerumputan, dengan syarat
-          Sistim perakarannya intensif sehingga mampu mengikat tanah
-          Tahan pangkas supaya tidak menaungi tanaman utama
-          Bermanfaat dalam menyuburkan tanah maupun sebagai penyedia pakan ternak

  1. Teras Budidaya
-          Penanaman pada suatu bidang lahan atau wilayah yang memiliki kemiringan beragam
-          Pada bagaian miring, ditanami tanaman tahunan dan rerumputan sebagai penguat lereng
-          Untuk menghindari aliran permukaan dan menampungnya dibuat rorak buntu pada bagian atas lereng.

PENUTUP

Dengan melaksanakan konservasi tanah dan air di lahan kering secara baik dan sesuai anjuran diharapkan produktifitas lahan dapat dipertahankan.


  oleh Ir. Hasan Basri (Widyaiswara)

No comments:
Write komentar