Monday, 28 November 2011

Ada Saatnya Ketika Anda Harus Terus Maju


Kadang kita harus sabar dan kadang kita harus terus maju. Kearifan adalah mengetahui waktu yang tepat dan kapan harus melakukan apa. Saya tahu, hal ini lebih mudah diucapkan dari pada dilakukan.
Salah satu cara melatih otak Anda adalah dengan melakukan “Test Skenario”, yaitu dengan bertanya kepada diri sendiri. Misalnya,”Bagaimana jika saya berhenti bekerja dari tempat saya sekarang, apa yang akan terjadi besok?” Mungkin sejumlah petualangan yang menarik, tapi… tanpa gaji rutin.

Atau sebaliknya,”Bagaimana jika saya bertahan di pekerjaan ini?” Kehidupan yang sama dari hari ke hari, kemungkinan ada bagian-bagian yang membosankan, tapi… masih bergaji.


“Bagaimana jika saya coba karir baru?” Ini adalah alternatif cara yang baik, karena Anda bisa bertahan dalam pekerjaan Anda sambil melatih otak Anda menuju sesuatu yang lebih menantang. Kadang itu bahkan akan membuka kesempatan baru dalam pekerjaan Anda sekarang. Lakukanlah pekerjaan otak dulu, lakukan Test Skenario, tanyalah diri Anda sendiri dengan sebanyak mungkin pertanyaan dan kemungkinan yang akan timbul.
 
Jika di akhir upaya untuk memperbaiki situasi Anda saat ini ternyata Anda menemui jalan buntu, maka itulah saat yang tepat untuk maju.
Sama halnya dengan hubungan (relationship). Diatas kertas semua hal penting sepertinya masuk akal, tapi daya ikat untuk mewujudkannya ternyata tidak ada.

Demikian pula halnya dengan pekerjaan. Seperti ketika saya merekrut orang dengan kualifikasi hebat tetapi ternyata tidak ada kecocokan diantara kami berdua. Pada kondisi seperti itu, Anda harus memotong kerugian dengan cepat. Itu pelajaran yang baik jika Anda ingin maju dan sukses.

Ketika kita mendengar kisah orang-orang yang amat maju dan sukses, biasanya mereka menghadapi hambatan / kesulitan dalam kehidupannya. Ada banyak usaha coba-coba sebelum sesuatu menjadi mudah dan maju.

Michael Angelo berkata,“Jika saja orang tahu sekeras apa saya bekerja untuk mendapatkan keahlian saya, pekerjaan yang saya lakukan pasti tidak akan mengagumkan sama sekali.” Masalahnya adalah, kita hanya melihat hasil akhirnya, bukan prosesnya.

Ada seorang pebisnis yang sangat sukses, yang gairah (passion) utamanya dalam kehidupan adalah bermain piano.
Ia sangat berdedikasi dan berdisiplin, dan karena hal itu ia dapat mencapai kecakapan di tingkat tertentu dalam bermain piano.
Tetapi kemudian ia sadar bahwa ia tak akan menjadi orang besar di dunia piano. Maka, ia berhenti main piano dan menerapkan kecakapannya pada bisnis. Dan ia menjadi amat sukses dan maju.

Ia tahu bahwa ia harus terus maju, dan ia lakukan. Ia tetap menjadi musisi dalam waktu senggangnya dan terus mempertahankan keseimbangan yang sehat dengan minatnya itu. Ia berkata bahwa jika ia tetap menjadi pianis, ia akan mengalami frustasi. Ia memang banyak berfikir sebelum bergerak, tapi ia tahu itu keputusan yang tepat.

Tidak selalu mudah untuk maju. Tapi kadang apa yang ada di depan akan lebih baik. Kita harus melakukan hal-hal yang cocok untuk kita dan mudah-mudahan itu juga kita nikmati. Sukses adalah perasaan yang hebat yang seharusnya meningkatkan kesehatan Anda, bukan menguranginya.

Kadang saya memberitahu orang bahwa mereka tidak cocok jadi wirausahawan. Beberapa orang memang cocok, beberapa yang lain tidak. Akan banyak menghemat banyak energi dan kesulitan jika Anda mengetahui hal itu sejak awal. Belajarlah menyelidiki diri dan kemampuan Anda, dan temukan waktu yang tepat untuk mengasah pikiran. Seperti dikatakan Kong Hu Cu,”Belajar tanpa berfikir adalah sia-sia”.
Jadi, jangan biarkan hal itu terjadi pada diri Anda. Belajar, bekerja, dan berfikirlah dengan proporsi yang seimbang, niscaya Anda akan berjalan ke arah yang tepat.

Sumber: Think Like A Champion, Donald Trump, Daras Books 2010.

No comments:
Write komentar