Tuesday, 2 August 2011

Imam bukan berarti angka mati

Iman, Bukan berarti sebuah “Angka Mati”

mari kita simak 2 kasus berikut :

1.—————

[2:260] Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah {165} semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 260)
2.—————
y
[19:7] Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

[19:8] Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.

[19:9] Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.
[19:10] Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.
—————
Iman sarangnya adalah di dada, lebih tepatnya dalam hati.
hati, sifatnya berbolak balik. Konklusinya: iman akan naik-turun.
kalau melihat 2 kasus NABI dalam al-quran seperti di atas, bukanlah sebuah kesalahan kalau dalam mengimani sesuatu masih ada “pertanyaan”; dalam rangka peningkatan keimanan itu sendiri. Dalam praktik, hal ini banyak saya alami ketika belajar tawakkal. Alhamdulillah dengan justifikasi 2 kasus di atas semakin banyak pencerahan-pencerahan yang saya dapatkan. (bersambung… dah jam pulang kantor  

This entry was posted in Opini. B

No comments:
Write komentar